Day 7 #30DayWritingChallenge

Find an old photograph that you like and share the story behind it

Kustomfest, 2016

Foto itu diambil tanggal 9 Oktober di hari terakhir acara Kustomfest tahun 2016. Untuk pertama kalinya dalam hidup aku minta foto dengan orang yang biasanya cuma aku liat di media sosial. Beliau adalah Alitt Susanto (shitlicious) seorang penulis yang udah menulis 3 buku dan salah satu bukunya ada yang dijadikan film. Pernah aku sebut di tulisanku yang berjudul ‘Menulis’ kalau blognya adalah salah satu yang sering aku baca dulu. Sebenarnya aku mau bilang kalau Mas Alitt adalah salah satu orang aku jadikan inspirasi dalam menulis tapi malu karena aku nggak punya satupun dari buku-bukunya. Nanti keliatan banget dong kalau lagi menjilat haha. Maaf, Mas Alitt. Aku nonton filmmu, kok. Menjadikan orang sebagai inspirasi juga nggak perlu punya karya-karyanya, kan? *ngeles*

Aku datang ke Kustomfest karena waktu itu lagi suka-sukanya sama dunia otomotif terutama motor kustom. Kesukaanku terhadap otomotif juga gara-gara sering nontonin channel Youtube-nya Mas Alitt. Oh iya, buat yang belum tau, selain menulis Mas Alitt juga membuat konten tentang otomotif di channel Youtube-nya. Kalau nggak salah Mas Alitt dateng ke acara itu karena beliau salah satu peserta dalam kontes motor kustom. Itulah kenapa aku bisa ketemu seorang penulis di acara otomotif.

Pertama kali ngeliat kalau ada Mas Alitt, aku dan temanku sempet takut nyamperin buat minta foto bareng karena nggak enak, takut ganggu.

“Tapi kalau bukan sekarang kapan lagi?”
“Hari ini juga hari terakhir.”
“Kalau mau ketemu lagi harus nunggu sampai tahun depan.”
“Iya kalau tahun depan ketemu lagi, kalau nggak?”

Dengan semua alasan itu akhirnya kita punya cukup keberanian buat nyamperin. Lebih tepatnya temanku sih yang berani duluan, aku ngikut di belakangnya haha. Waktu temanku ngomong ke Mas Alitt kita disambut dengan baik dan ternyata nggak semenakutkan kayak yang dibayangin. Rasa takut juga tiba-tiba hilang, tapi waktu itu aku benar-benar kayak orang aneh. Salting, deg-degan, terus cuma senyum-senyum doang. Udah kayak orang yang ketemu gebetannya, padahal kalau ketemu gebetan juga nggak sampai segitunya. Ketika selesai foto juga aku bilang terima kasihnya canggung banget. Eh, apa aku malah lupa bilang terima kasih, ya? Ah, nggak mau inget-inget lagi. Kalau inget momen itu rasanya malu banget asli.

Oh, kayak gini ya rasanya foto bareng sama orang yang dikagumi?

Tulisan ini adalah bagian dari 30 Day Writing Challenge, di mana aku akan menantang diri sendiri untuk konsisten menulis selama 30 hari penuh dengan pertanyaan atau topik yang sudah disiapkan setiap harinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected!!