Day 1 #30DayWritingChallenge

Sebagai permulaan awal tahun, aku mau coba menantang diri sendiri untuk konsisten dengan cara ikut 30 Day Writing Challenge. Ide ini aku dapat dari Kevin Anggara yang tahun lalu sempat ngelakuin tantangan tersebut. Jadi, aku akan menulis selama 30 hari penuh dengan pertanyaan atau topik yang udah disiapkan per harinya. Sedangkan untuk daftar pertanyaan dan topik yang akan dibahas aku ambil dari Thirty Darts. Let’s go!

30 Day Writing Challenge
source: Thirty Darts

List three things you are grateful for and why?

Alun-Alun Kidul, November 2021
1. Musik

Nggak bisa ngebayangin kalau dunia ini tanpa musik. Apa yang bakal di-request ketika ada nikahan? Apa yang bakal diputar radio ketika lagi jeda? Apa pekerjaan personel The Beatles kalau mereka bukan jadi musisi? Yang pasti bukan jadi penjual mie ayam.

Aku bersyukur ada musik di dunia ini karena aku bisa dengerin musik ketika aku sedih atau senang. Banyak lagu yang liriknya mewakili apa yang perasaan kita sedang alami. Bahkan ada lagu yang liriknya kita nggak tau artinya aja masih bisa dinikmati. Dengan adanya musik dunia ini nggak akan terasa hampa, di acara nikahan jadi bisa request lagu, musisi bisa promo lagu mereka di radio, dan personel The Beatles nggak akan jadi penjual mie ayam.

2. Internet

Betul, tanpa internet aku nggak bakal bisa dengerin lagu di Spotify, Youtube, atau platform musik manapun. Kalian bisa baca tulisan ini juga berkat adanya internet. Hidup di zaman sekarang kayaknya internet udah jadi sebuah kebutuhan pokok bagi kebanyakan orang, aku salah satunya. Banyak informasi dan berita yang dapat diakses setiap harinya dengan cepat, kecuali bagi pengguna Indih*me. *uhuk*

Aku bersyukur ada internet di dunia ini karena berkat internet aku bisa tau posting-an terbaru Jennie Kim di akun Instagram-nya. Aku bisa tau NewJeans rilis single terbaru berjudul ‘OMG’, setelah sebelumnya rilis single berjudul ‘Ditto’. Aku bisa tau umur Hyein ternyata baru 14 tahun. Kasian anak-anak seumuran yang tetanggaan sama Hyein, pasti mereka sering dibanding-bandingin sama orang tuanya. “Lihat tuh Hyein umur 14 tahun udah jadi member NewJeans, lah kamu cuma bisa jadi beban orang tua!” Dengan bahasa korea tentunya.

3. Indomie

Makan Indomie dua bukus pakai telur setengah mateng udah jadi rutinitasku di hari minggu. Aku nggak bisa bayangin apa yang bakal aku makan di hari minggu kalau bukan Indomie. Mungkin agak sedikit lebay, tapi karena memang aku sesuka itu sama Indomie.

Kemarin waktu tahun baru ada senengnya kalau tanggal 1 Januari itu adalah hari minggu. Soalnya Indomie bisa jadi makanan pertamaku di tahun baru ini. Sebuah peristiwa bersejarah yang nggak tau bakal terulang lagi kapan haha. Nggak senengnya hari senin harus menghadapi realita hidup lagi, yaitu kerja. Huft…

Kebiasaanku makan mie di hari minggu itu bermula ketika aku keseringan bikin mie. Waktu Ibuku tau, dia suruh aku buat bikin mie seminggu sekali aja biar nggak keseringan. Aku taruh di hari minggu biar nggak lupa dan biar pasti aja waktunya, masalahnya sekarang malah jadi sebuah kebiasaan. Iya tau, walaupun udah dikasih batasan, makan mie dua bukus dalam seminggu itu udah pasti tetep nggak sehat. Mungkin kapan-kapan aku bakal ubah waktunya jadi sebulan sekali, tapi nggak tau kapan. Semoga cepat terealisasi. Semoga.

Hidupku tanpa Indomie udah kayak Kangen Band tanpa Andika Mahesa sebagai vokalisnya, warnet tanpa lagu Dear God di playlist-nya, dan rumah makan padang tanpa rendangnya.

Itulah tiga hal yang membuat aku bersyukur dalam hidup ini. Sekian.

Tulisan ini adalah bagian dari 30 Day Writing Challenge, di mana aku akan menantang diri sendiri untuk konsisten menulis selama 30 hari penuh dengan pertanyaan atau topik yang sudah disiapkan setiap harinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected!!